Sistem Birokrasi Indonesia Berubah: Inisiator Pembentukan Organisasi ASN Alumni HMI, Serukan ASN Mantan Aktivis Rebut Jabatan Strategis !!
Mamuju Tengah - Merit Sistem adalah kebijakan pengelolaan ASN yang berorientasi pada profesionalisme dan integritas. Dalam sistem ini, ASN diposisikan berdasarkan kemampuan, kompetensi, dan kinerja nyata, bukan latar belakang politik atau kedekatan dengan pejabat tertentu.
Tetapi dalam penerapannya sistem merit di daerah maupun pusat masih menghadapi berbagai kendala seperti :
1. Budaya Patronase
Dimana Masih adanya praktik nepotisme atau kedekatan personal dalam pengangkatan jabatan terutama Pasca terpilihnya Kepala Daerah;
2. Kurangnya Pemahaman
Tidak semua pimpinan daerah memahami pentingnya sistem merit;
3. Keterbatasan Kapasitas ASN
Sebagian ASN belum memiliki kompetensi digital dan manajerial yang memadai.
Terhadap hal ini Muhammad Rusdi S, S.IP yang saat ini menjadi Inisiator Pembentukan Himpunan Birokrat KAHMI atau organisasi bagi ASN Alumni HMI melihat momentum ini sangat menguntungkan bagi Mantan Aktivis yang saat ini Berprofesi sebagai ASN untuk Berkarir dalam dunia birokrasi, bukan tanpa sebab.
Menurut Rusdi yang Sekum MD KAHMI Mamuju Tengah Sulawesi Barat menegaskan, bahwa mantan aktivis telah melalui segala bentuk tempaan sejak menjadi mahasiswa dan digembleng untuk menjadi Pemimpin di organisasi Masing masing. " ini menjadi modal awal yang sangat penting, mulai dari sikap kritis, integritas hingga nilai idealisme telah menjadi hal yang dipisahkan dari seorang mantan aktivis" lanjutnya.
Sehingga menyerukan serta mengajak bagi semua Alumni HMI yang saat ini berprofesi sebagai ASN untuk berbenah, mengasah kemampuan kompetensi dan ikut serta dalam suksesi jabatan struktural sehingga bisa bersaing dengan alumni Lain termasuk bersaing dengan alumni lulusan sekolah Kedinasan.
Dengan digitalisasi serta keterbukaan sistem Seleksi Jabatan baik Daerah maupun, Kementerian terbuka peluang yang luas untuk mantan aktivis berkarir.
Rusdi juga mengirim pesan kepada semua Kepala Daerah di Indonesia agar tidak menjadikan seleksi jabatan sebagai Imbal balas jasa Bagi Tim Suksesnya, tapi betul betul melihat kemampuan Personal ASN yang ikut Seleksi dengan mempertimbangkan hasil Profiling ASN yang sudah tersedia.
"Insya Allah jika Organisasi ASN alumni HMI ini terbentuk kami sangat yakin untuk bisa membuat gagasan baru atau rekomendasi kepada KEMENPAN Serta BKN
Agar gagasan Birokrasi Modern yang sudah berjalan, bisa lebih baik lagi kedepan, karena saat ini ASN Alumni HMI tersebar dari lintas profesi mulai Pendidik (Kampus dan Sekolah Negeri), Tenaga kesehatan, Kejaksaan hingga Kementerian dan lembaga lainnya, bisa menjadi sumber informasi masalah ASN sekaligus Para Alumni ini bisa merumuskan solusi bagi masalah ASN itu sendiri pungkasnya".