Back To Fitrah: "NILAI-NILAI DASAR PERJUANGAN" HMI Dalam Menyikapi Egosentris Peperangan Amerika, Israel Vs Iran, Serta Indonesia Menghadapi Ancaman Poros Perang Dunia III

Penulis: Syahrul R.M.Ihwan Lembah

Sebagai Organisasi Mahasiswa Islam yang telah berdiri sejak 5 Februari 1947, HMI memiliki pedoman Ideologis yang dikenal sebagai Nilai-Nilai Dasar Perjuangan (NDP). NDP merupakan dokumen resmi yang dirumuskan untuk menjadi panduan Moral, Intelektual, dan Strategis Kader dalam berkontribusi bagi Umat, Bangsa dan Negara. Nilai-Nilai ini dirumuskan berdasarkan ajaran pokok Islam dari Al-Quran dan Hadist, sekaligus merefleksikan semangat Keislaman dan Keindonesiaan yang menjadi asas Gerak Ideologi organisasi.

Sebagai organisasi yang lahirkan semangat Keislaman dan Keindonesiaan, Semangat itu dialirkan keranah perkaderan HMI. Maka diranah-ranah perkaderan HMI Wajib menentukan arah mata angin yang baru di abad 21 (Bonus Demografi), dan dimana memiliki suatu alur gerak dalam membangkitkan sebuah kesadaran yang modern dalam akulturasi NDP diperkaderan HMI dalam memitigasi Isu Indo-Pasifik dan Asia- Pasifik. Maka harus adanya pendalaman esensi perkaderan HMI modern, untuk di jadikan sebagai Ideologi Gerakan, karena perkaderan HMI, adalah sebuah miniatur Negara Indonesia yang dimana, wajib memahami tatanan Internasional, Nasional, Regional hingga Local Wisdom.

Pandangan-pandangan yang baru di HMI dalam membaca arah perubahan yang realis, Nilai-Nilai Dasar Perjuangan (NDP) HMI diera bonus demografi (Abad 21), dalam mengimplementasikan arah mata angin, Nilai-Nilai Dasar Perjuangan (NDP) HMI. Pertanyaannya, instrument pengetahuan apa yang dibutuhkan, agar mendapatkan kemasan akulturasi NDP, HMI di tantangan globalisasi.

Realitas yang terjadi di perkaderan HMI kurangnya nutrisi instrumen pengetahuan perkaderan di HMI, untuk menuju degradasi instrument pengetahuan dan para kader-kader HMI, wajib berusaha menuju level degradasi instrument pengetahuan, dalam menjadi Gerakan Ideologis, apabila tidak! Lihat saja nantinya akan dibawah kemana Negara Indonesia, bila para kader-kader HMI, tidak meningkatkan kesadaran Nilai-Nilai Dasar Perjuangan (NDP).

Apabila Nilai-Nilai Dasar Perjuangan (NDP), untuk dijadikan sebagai, akulturasi Gerakan Ideologis. Maka perlu menaikkan degradasi instrument pengetahuan, demi terwujudnya cita-cita HMI yang realis, untuk pengabdian kepada Umat, Bangsa dan Negara.

Sehingga, "Nilai-Nilai Dasar Perjuangan" HMI, Sebagai modeling gerak menegagkan Keadilan dimuka Bumi ini dalam bersikap menghadapi poros konflik bersenjata antara Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan besar-besaran terhadap Republik Islam Iran, telah mengubah lanskap Geopolitik Global, memicu kekhawatiran dunia akan eskalasi besar yang berpotensi menjerumuskan umat Manusia ke ambang Perang Dunia III. Peristiwa ini tak hanya Pertarungan Militer, tetapi juga ujian "Nilai-Nilai Dasar Kemanusiaan" dan refleksi kembali kepada Fitrah atau Hakikat Perjuangan yang Sejati. 

Bahwa konflik berskala Internasional seperti perseteruan antara Amerika Serikat, Israel, dan Republik Islam Iran bukan sekadar pertikaian Militer, tetapi juga ujian bagi Umat Manusia untuk mempertahankan Nilai Hak Asasi dan Keadilan Universal. NDP menuntun para kader HMI untuk tidak terjebak dalam ego kelompok atau kepentingan sempit, tetapi justru mengedepankan Kemanusiaan dan Kedamaian dalam menegakkan Keadilan dimuka Bumi ini.

Ujar" Syahrul R.M.Ihwan Lembah, Demisioner Ketua Umum PB HMI KOMTEK TADULAKO Periode 2019-2023, juga menekankan bahwa Negara Indonesia, sebagai Negara dengan Politik Luar Negeri Bebas dan Aktif, memiliki peran strategis dalam meredam ketegangan global melalui jalur Diplomasi dan Kerja Sama Internasional, Menegagkan Keadilan Sosial dan Menegakan Kebenaran, serta Tanggung Jawab Moral adalah langkah penting agar generasi muda tidak terseret dalam narasi Kebencian dan Konflik Berkepanjangan.

Melalui "Back To Fitrah Nilai-Nilai Dasar Perjuangan" HMI berharap para kader tidak terjebak dalam polarisasi pandangan, tetapi kembali pada Prinsip Dasar Perjuangan, menjunjung tinggi Nilai-Nilai Islam, Kemanusiaan, dan Keadilan yang Universal. Dengan demikian, penyikapan terhadap konflik Internasional dapat menjadi wujud kontribusi Mahasiswa dalam Menegakkan Keadilan dan Kebenaran serta Mewujudkan Dunia yang lebih Adil dan Damai.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama