Kabid PTKP HMI Soroti Antrean Mengular & Dominasi Jeriken yang Memperparah Situasi

PARADOKS BBM DI MAJENE: HARGA NORMAL, TAPI MENCARI JARUM DI JERAMI

MAJENE – Kondisi pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kabupaten Majene kini semakin memprihatinkan. Meskipun harga di pasaran masih terbilang wajar dan normal, namun ketersediaannya sangat sulit ditemukan. Fenomena ini disindir keras oleh Bidang Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan, dan Pemuda (PTKP) HMI Cabang Majene sebagai "Mencari Jarum di Jerami".
 
Fakta di lapangan menunjukkan bahwa antrean kendaraan di berbagai SPBU kini mengular sangat panjang hingga memakan badan jalan. Pemandangan ini bukan lagi kejadian luar biasa, melainkan rutinitas sehari-hari yang melelahkan bagi masyarakat.
 
Jeriken Menguasai, Antrean Semakin Panjang
 
Yang membuat situasi semakin ironis adalah dominasi pembelian menggunakan jeriken. Terlihat jelas bahwa di antara antrean panjang tersebut, banyak oknum yang membawa puluhan jeriken untuk diisi penuh. Akibatnya, stok BBM di SPBU menjadi sangat cepat habis, sementara warga biasa yang hanya butuh mengisi tangki kendaraan harus menunggu berjam-jam atau bahkan pulang dengan tangan kosong.
 
"Lihatlah realitanya! Antrean sudah mengular panjang, tapi masih dikuasai oleh mereka yang bawa jeriken. Ini jelas tidak adil. Harga memang masih normal, tapi aksesnya dipersulit oleh manajemen yang buruk dan kurangnya pengawasan," tegas Kadi, selaku Ketua Bidang Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan, dan Pemuda (PTKP) HMI Cabang Majene, Rabu (03/04).
 
Menurut analisis mereka, ada beberapa faktor utama penyebab kekacauan ini:
 
1. Distribusi Tidak Merata: Stok sangat langka di pengecer, sehingga semua orang terpaksa berbondong-bondong ke SPBU.
2. Dominasi Pengumpul: Pembelian massal dengan jeriken membuat stok cepat kosong dan antrean makin panjang tak berkesudahan.
3. Siklus Panik: Karena sulit dicari, setiap kali ada stok, orang langsung memborong, membuat kelangkaan terus berulang.
 
HMI: Ini Kegagalan Pelayanan Publik
 
Bidang PTKP HMI Cabang Majene menilai bahwa kondisi antrean panjang setiap hari ini adalah bukti nyata kegagalan pelayanan publik. Hak rakyat atas energi menjadi terabaikan demi kepentingan oknum tertentu.
 
"Murah tidak ada artinya kalau harus antre berjam-jam atau tidak kebagian sama sekali. Sebagai kaum intelektual dan pemuda, kami tidak bisa tinggal diam melihat rakyat kecil menderita seperti ini," tambah Kadi.
 
 
 
TUNTUTAN KAMI
 
Melihat fakta di lapangan, Bidang Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan, dan Pemuda (PTKP) HMI Cabang Majene menyampaikan tuntutan tegas kepada seluruh pihak terkait:
 
1. KEPADA PEMERINTAH DAERAH (PEMDA) KABUPATEN MAJENE:
 
- Segera Turun Tangan: Bupati majene dan jajaran harus segera melakukan rapat koordinasi dengan pihak Pertamina untuk mencari solusi konkret.
- Jamin Ketersediaan: Pastikan kuota BBM yang masuk ke Majene mencukupi kebutuhan masyarakat.
- Lancarkan Distribusi: Dorong agar BBM bisa sampai dengan mudah dan rutin ke pengecer-pengecer di seluruh desa.
 
2. KEPADA POLRES MAJENE & APARAT KEAMANAN:
 
- Lakukan Pengawasan Ketat: Turunkan personel ke lapangan untuk memantau aktivitas di SPBU.
- Tindak Oknum Pengumpul: Beri sanksi tegas bagi mereka yang melakukan praktik penimbunan atau pembelian massal menggunakan jeriken tanpa izin yang merugikan orang banyak.
- Jamin Ketertiban: Pastikan antrean berjalan lancar dan tidak ada monopoli akses oleh kelompok tertentu.
 
3. KEPADA DPRD KABUPATEN MAJENE:
 
- Gunakan Hak Interpelasi: Sebagai wakil rakyat, DPRD harus berani memanggil pihak terkait untuk meminta penjelasan resmi mengenai penyebab kelangkaan ini.
- Awasi Kebijakan: Pastikan ada payung hukum dan regulasi yang jelas agar distribusi BBM di Majene menjadi lebih tertib dan berpihak pada rakyat kecil.
- Fungsikan Pengawalan: Dorong dan awasi eksekutif agar segera menyelesaikan masalah ini.
 
4. PERBAIKAN SISTEM SECARA UMUM:
 
- Batasi ketat pengisian jeriken di SPBU agar stok tidak cepat habis.
- Pastikan jadwal pengiriman truk tangki teratur sehingga warga tidak perlu panik dan memborong barang.

Kami menegaskan bahwa energi adalah hak dasar rakyat, bukan komoditas yang dipermainkan. Kondisi BBM yang langka di pengecer dan antrean panjang setiap hari adalah cermin buruknya tata kelola yang harus segera diperbaiki.
 
Kami memberikan waktu dan ruang bagi pihak terkait untuk segera bertindak. Jika dalam waktu dekat tidak ada perubahan signifikan dan rakyat masih terus menderita, maka kami sebagai bagian dari pemuda dan mahasiswa tidak akan tinggal diam. Kami akan bergerak lebih jauh untuk memperjuangkan hak masyarakat Majene.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama