Mamuju – Universitas Tomakaka kembali menghadirkan suasana penuh kehangatan melalui Sesi Kedua Ramah Tamah Wisuda yang menjadi bagian dari rangkaian pelaksanaan wisuda tahun ini. Kegiatan tersebut mempertemukan pimpinan universitas, pengurus yayasan, Kepala LLDIKTI Wilayah IX, civitas akademika, alumni, wisudawan, orang tua, keluarga, serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam satu ruang kebersamaan yang sarat makna.
Berbeda dari konsep wisuda pada sebelumnya yang sebelum prosesi pengukuhan lulusan, Universitas Tomakaka menghadirkan ramah tamah sebagai wadah silaturahmi sekaligus bentuk penghormatan kepada para wisudawan dan keluarga yang telah menjadi bagian penting dari perjalanan pendidikan di perguruan tinggi.
Suasana hangat terlihat sejak kegiatan dimulai. Para tamu saling berinteraksi, berbincang, dan mengabadikan momen bersama dalam nuansa yang lebih santai namun tetap mencerminkan nilai-nilai akademik dan kekeluargaan yang menjadi identitas Universitas Tomakaka.
Selain mempererat hubungan antara kampus dan keluarga mahasiswa, kegiatan ini juga menjadi ruang kolaborasi dengan masyarakat melalui kehadiran sejumlah pelaku UMKM lokal yang menyediakan berbagai produk kuliner dan usaha kreatif. Kehadiran UMKM menjadi bentuk nyata komitmen Universitas Tomakaka dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat sekaligus membuka peluang kemitraan yang berkelanjutan.
Putra Taufan : Ramah Tamah Menjadi Penutup Perjalanan Akademik yang Berkesan
Panitia Wisuda ( Putra Taufan ) menjelaskan bahwa penyelenggaraan sesi kedua ramah tamah merupakan bagian dari inovasi Universitas Tomakaka dalam memberikan pengalaman wisuda yang lebih bermakna.
“Kami ingin menghadirkan sesuatu yang berbeda. Wisuda bukan sekadar seremoni akademik, tetapi juga momentum kebahagiaan yang dirasakan bersama oleh keluarga, dosen, pimpinan universitas, dan seluruh civitas akademika. Karena itu, kami menghadirkan ramah tamah sebagai ruang untuk mempererat silaturahmi dan berbagi kebahagiaan,” ujarnya.
Menurutnya, konsep tersebut lahir dari keinginan Pendiri Universitas Tomakaka ( Drs. H. Ahmad Taufan, MM ) agar para lulusan tidak hanya membawa ijazah sebagai bukti penyelesaian studi, tetapi juga kenangan indah yang akan terus melekat sebagai bagian dari perjalanan hidup mereka.
“Harapan kami, setiap wisudawan meninggalkan kampus dengan rasa bangga, bahagia, dan tetap memiliki ikatan emosional dengan almamater. Momen kebersamaan seperti inilah yang menjadi nilai tambah dari penyelenggaraan wisuda tahun ini,” tambahnya.
Turut Hadir Kepala LLDIKTI Wilayah IX Apresiasi Inovasi Universitas Tomakaka
Kepala LLDIKTI Wilayah IX ( Dr. Andi Lukman, M.Si. ) memberikan apresiasi atas inovasi yang dilakukan Universitas Tomakaka dalam menghadirkan konsep ramah tamah sebagai bagian dari rangkaian wisuda.
Menurutnya, pendekatan yang mengedepankan nilai kekeluargaan merupakan salah satu bentuk pelayanan pendidikan tinggi yang humanis.
“Kami mengapresiasi Universitas Tomakaka yang terus melakukan inovasi dalam penyelenggaraan kegiatan akademik. Ramah tamah seperti ini menunjukkan bahwa perguruan tinggi tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga membangun hubungan yang erat antara kampus, mahasiswa, keluarga, alumni, dan masyarakat,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan pendidikan tinggi tidak hanya diukur dari jumlah lulusan, tetapi juga dari kemampuan perguruan tinggi membangun ekosistem akademik yang inklusif, harmonis, dan memberikan pengalaman positif bagi seluruh pemangku kepentingan.
“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dipertahankan dan menjadi inspirasi bagi perguruan tinggi lainnya dalam membangun budaya akademik yang lebih dekat dengan masyarakat,” katanya.
Wisudawan: Menjadi Penutup Perjalanan Kuliah yang Tidak Terlupakan
Kebahagiaan juga dirasakan para wisudawan yang mengikuti kegiatan tersebut. Salah seorang wisudawan yang juga Kepala Rutan Kelas II B ( Sudirman, SE.,SH. ) mengaku konsep ramah tamah memberikan pengalaman berbeda dibandingkan prosesi wisuda yang pernah ia saksikan sebelumnya.
“Sebelum prosesi wisuda dimulai, kami masih memiliki kesempatan berkumpul bersama keluarga, dosen, dan pimpinan universitas dalam suasana yang santai. Orang tua kami juga bisa berinteraksi langsung dengan para dosen yang selama ini membimbing kami. Momen ini sangat berkesan,” tuturnya.
Menurutnya, perhatian yang diberikan Universitas Tomakaka melalui kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa kampus tidak hanya fokus pada proses akademik, tetapi juga menghargai setiap perjuangan mahasiswa hingga berhasil menyelesaikan pendidikan.
“Kami merasa benar-benar menjadi bagian dari keluarga besar Universitas Tomakaka. Ini adalah kenangan yang akan selalu kami bawa setelah lulus,” ujarnya.
UMKM Lokal Rasakan Dampak Positif
Kehadiran pelaku UMKM dalam kegiatan ramah tamah turut memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Salah seorang pelaku UMKM Royal Coffee ( Panji )menyampaikan apresiasi kepada Universitas Tomakaka karena telah memberikan ruang bagi usaha lokal untuk berpartisipasi dalam kegiatan kampus.
“Alhamdulillah, pengunjung sangat ramai. Banyak tamu yang membeli produk kami, bahkan ada yang melakukan pemesanan untuk kegiatan berikutnya. Kami merasa sangat terbantu dengan adanya kesempatan ini,” katanya.
Menurutnya, sinergi antara perguruan tinggi dan UMKM merupakan langkah positif dalam mendukung pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus memperluas jaringan promosi usaha masyarakat.
Komitmen Membangun Kampus yang Dekat dengan Masyarakat
Melalui penyelenggaraan sesi kedua ramah tamah, Universitas Tomakaka kembali menegaskan komitmennya sebagai institusi pendidikan tinggi yang tidak hanya mencetak lulusan berkualitas, tetapi juga membangun budaya akademik yang mengedepankan nilai kekeluargaan, kolaborasi, serta kepedulian terhadap masyarakat.
Partisipasi aktif orang tua, keluarga, civitas akademika, alumni, pengurus yayasan, Kepala LLDIKTI Wilayah IX, dan pelaku UMKM menjadi bukti bahwa keberhasilan pendidikan merupakan hasil sinergi seluruh elemen yang saling mendukung.
Dengan semangat “bertumbuh bersama, melayani dengan hati, dan mengabdi untuk masyarakat”, Universitas Tomakaka berharap tradisi ramah tamah ini terus menjadi bagian dari setiap penyelenggaraan wisuda sebagai simbol penghormatan kepada para lulusan sekaligus penguatan hubungan antara kampus dan masyarakat.