Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah bersama TNI, Polri, serta berbagai instansi terkait resmi membentuk Satuan Tugas (Satgas) Penanganan El Nino sebagai langkah terpadu menghadapi potensi kekeringan akibat musim kemarau yang melanda sejumlah wilayah di daerah tersebut. Pembentukan satgas menjadi bagian dari upaya mempercepat koordinasi lintas sektor dalam menjaga ketersediaan air bagi masyarakat dan sektor pertanian.
Bupati Mamuju Tengah, Dr. H. Arsal Aras, S.E., M.Si., menegaskan bahwa penanganan dampak El Nino tidak dapat dilakukan oleh satu instansi saja. Karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah daerah, TNI-Polri, Balai Wilayah Sungai, BPBD, perangkat daerah, hingga pemerintah desa agar setiap persoalan di lapangan dapat ditangani secara cepat dan tepat.
"Pembentukan Satgas El Nino merupakan bentuk kesiapsiagaan pemerintah daerah dalam melindungi masyarakat dari dampak musim kemarau. Kolaborasi seluruh pihak menjadi kunci agar kebutuhan air bersih dan sektor pertanian tetap terjaga," ujarnya.
Satgas akan melakukan pemetaan wilayah terdampak, pemantauan kondisi sumber air, koordinasi distribusi air bersih, serta langkah-langkah mitigasi untuk mengurangi dampak kekeringan terhadap masyarakat dan lahan pertanian. Berdasarkan data awal, sebanyak 18 desa di Kabupaten Mamuju Tengah telah terdampak kekeringan sehingga membutuhkan penanganan secara terpadu.
Selain penanganan darurat, pemerintah daerah juga mendorong langkah antisipatif melalui optimalisasi jaringan irigasi, pengelolaan sumber daya air, serta edukasi kepada masyarakat mengenai penggunaan air secara bijak selama musim kemarau.
Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah juga akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi agar dukungan sarana, prasarana, serta bantuan penanganan kekeringan dapat segera disalurkan sesuai kebutuhan di lapangan. Langkah ini sejalan dengan kebijakan nasional dalam mengantisipasi dampak fenomena El Nino melalui pembentukan satuan tugas khusus di berbagai daerah.
Bupati Arsal berharap seluruh elemen masyarakat ikut berpartisipasi dalam upaya mitigasi dengan menjaga sumber-sumber air, menggunakan air secara hemat, serta segera melaporkan apabila terjadi kesulitan air bersih di wilayah masing-masing.
"Dengan kerja sama seluruh pihak, kami optimistis dampak El Nino dapat diminimalkan sehingga aktivitas masyarakat, ketahanan pangan, dan pelayanan dasar tetap berjalan dengan baik," tutup Arsal.