Oleh:Hamratul Imamah
Kabupaten Majene, salah satu wilayah pesisir di Provinsi Sulawesi Barat yang memiliki kekayaan alam yang signifikan. Kabupaten Majene, memiliki modal penting diantaranya bentangan alam pesisir, kawasan laut, perbukitan, serta sumber daya hayati. Akan tetapi, di balik potensi alam tersebut, terdapat ancaman terhadap kelestarian alam semakin nyata. Eksploitasi sumber daya alam yang tidak terkendali menjadi persoalan yang perlu segera dijawab, dalam situasi dan kondisi seperti ini, menumbuhkan ekonomi hijau menjadi strategi penting untuk memastikan pembangunan Kabupaten Majene berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan.
Orientasi pembangunan daerah selama ini cenderung menempatkan pertumbuhan ekonomi sebagai tujuan utama, sering kali tanpa mempertimbangkan daya dukung lingkungan. Di wilayah pesisir Kabupaten Majene, praktik penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan dan tekanan terhadap ekosistem laut berpotensi mengancam keberlanjutan mata penceharian nelayan. Begitu juga yang terjadi di wilayah selatan, pembukaan lahan yang kerap dilakukan dengan tidak terkendali dapat mengakibatkan risiko bencana ekologis seperti longsor dan krisis air bersi. Jika pola semacam itu terus dibiarkan, manfaat ekonomi jangka pendek terbayar, namun kerusakan alam atau lingkungan jangka panjang.
Melalui pendekatan ekonomi hijau menawarkan alternaif yang lebih berkelanjutan, konsep ekonomi hijau menekankan kegiatan ekonomi yang rendah emisi, dan penggunaan sumber daya yang efisien, dan keberpihakan terhadap masyarakat lokal. Bagi kabupaten Majene, ekonomi hijau bisa dimulai dari penggunaan sektor perikanan dan kelautan berkelanjutan. Perlindungan kawasan pesisir dan terumbu karang, pengelolaan perikanan bebasis komunitas menjadi solusi yang penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut, dan menjamin pendapatan nelayan berkelanjutan.
Tidak hanya sektor kelautan, sektor pertanian dan perkebunan ramah lingkungan juga memiliki potensi yang bagus jika dikembangkan. Seperti halnya memperhatikan konservasi tanah dan air yang tidak hanya menjaga kesuburan lahan, tetapi untuk meningkatkan ketahanan pangan lokal. Melalui dukungan kebijakan pemerintah daerah setempat, seharusnya produk pertanian berkelanjutan dapat memiliki nilai tambah dan daya saing yang lebih tinggi di pasar.
Mengembangkan pariwisata berbasis budaya dan alam, bisa juga menjadi bagian dari strategi ekonomi hijau, keindahan dan kekayaan budaya lokal memiliki potensi yang cukup besar apabila dikelola dengan prinsip ekowisata. Dengan melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama pariwisata yang dapat memastikan dan memanfaatkan ekonomi dirasakan secara langsung oleh warga, juga mendorong kesadaran kolektif dalam melestarikan dan menjaga lingkungan.
Upaya menumbuhkan ekonomi hijau tidak akan dapat berjalan dengan baik tanpa dibangunnya komitmen politik yang kuat dan dengan penuh kesadaran, melalui partisipasi aktif masyarakat. Pemerintah daerah perlu dihadirkannya konsistensi kebijakan dengan memberikan insentif yag ramah lingkungan pada praktiknya, serta diperkuat dengan pengetahuan tentang pentingnya melestarikan alam, kolaborasi tersebut menjadi satu hal yang tidak dapat ditinggalkan begitu saja dengan begitu kolaborasi antar pemerintah dengan masyarakat adalah kunci menuju transisi ekonomi hijau.
Hingga pada kesimpulannya, ekonomi hijau bukan hanya konsep saja, melainkan kebutuhan pembangunan strategis untuk Kabupaten Majene, melalui penempatan kelestarian alam sebagia dasar pembangunan, dan dapat mensejahterakan masyarakat sekitar tanpa mengorbankan lingkungan hidup di masa yang akan datang.
Tags:
Opini