Mamuju, 29 Mei 2026 - Forum Pemuda Peduli Pembangunan Barisan Anak Rakyat (FP3BAR) mendesak aparat penegak hukum segera mengusut dugaan praktik penyalahgunaan BBM subsidi jenis solar yang diduga melibatkan jaringan pelangsir, oknum tertentu, hingga distribusi ilegal ke sektor industri.
Ketua FP3BAR, Irman, menegaskan bahwa penyalahgunaan BBM subsidi merupakan tindakan yang merugikan negara dan masyarakat kecil yang seharusnya menjadi penerima manfaat utama subsidi pemerintah.
“Subsidi negara diperuntukkan bagi masyarakat yang membutuhkan, bukan untuk dimanfaatkan oleh kelompok tertentu demi kepentingan pribadi,” tegas Irman.
Berdasarkan informasi dari sumber terpercaya, seorang berinisial HV disebut mampu mengumpulkan lebih dari 10 ribu liter solar subsidi per hari melalui jaringan pelangsir di sejumlah SPBU. Aktivitas tersebut diduga didukung beberapa unit mobil pikap yang digunakan untuk mengangkut BBM dari berbagai titik pengisian.
Sumber juga menyebutkan bahwa distribusi lanjutan diduga melibatkan oknum TNI aktif berinisial W yang disebut bekerja sama dengan NS, oknum anggota DPRD dari Partai Bulan Bintang (PBB). Solar subsidi tersebut diduga kemudian dijual kembali ke sektor industri menggunakan mobil tangki ilegal.
Atas dugaan tersebut, FP3BAR mendesak aparat untuk:
- Membentuk tim investigasi khusus.
- Menelusuri alur distribusi BBM subsidi.
- Memeriksa pihak-pihak yang disebut dalam dugaan jaringan mafia solar.
- Menindak SPBU yang terbukti melanggar aturan distribusi subsidi.
FP3BAR menegaskan akan terus mengawal kasus ini hingga ada kepastian hukum dan transparansi penanganan dari aparat penegak hukum.
“Kami berdiri bersama masyarakat untuk memastikan subsidi negara benar-benar dinikmati rakyat, bukan kelompok mafia,” tutup Irman.